Video

ads header

Breaking News

Pertemuan Persit Candra Kirana Cabang XXIV Batang dan Ceramah Kesehatan PSV(Perempuan Sadar Vagina)

Pertemuan Persit Candra Kirana Cabang XXIV Batang dan Ceramah Kesehatan PSV(Perempuan Sadar Vagina)

PELITA24.COM | Batang - Ratusan anggota Persit jajaran Kodim Batang di Aula Makodim JL Jenderal Sudirman no.41 Kasepuhan  Batang dalam rangka mengikuti kegiatan dan pertemuan  rutin Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Kodim 0736/Batang, Rabu (20/03/19).

Pertemuan Gabungan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Batang Sebagai Ajang Silahturahuim. Kegiatan pertemuan ini dilaksanakan untuk membina hubungan silaturahmi sekaligus sebagai media untuk menyampaikan informasi, arahan, pemberian nasehat kepada seluruh anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Batang. 

Pada pengarahan Ny. Meliana Siahaan menyampaikan " terimakasih kepada seluruh ibu-ibu Persit yang telah mampu menempatkan dirinya sebagai seorang istri prajurit yang selalu mendorong dan mendukung tugas suami. Ny Meliana juga berharap agar setiap Persit senantiasa dapat selalu memelihara kekompakan dan menjaga nama baik sebagai anggota Persit, " ucap Meliana Siahaan.

"Puji syukur yang mana pagi ini dapat berkumpul kembali di sini mengikuti acara pertemuan Persit dan penyuluhan. Pesan ibu Dandim sebagai tiap ibu-ibu menjadi tombak dari wanita perkasa, Di tahun politik ini di harapkan istri tentara jangan ada masalah dengan politik, apalagi ada yang menjadi team suksesnya," imbuhnya.

Pertemuan gabungan Dharma Pertiwi di jajaran Koorcab Batang di isi dengan Ceramah Kesehatan bertajuk “Perempuan Sadar  Kesehatan PSV (Perempuan Sadar Vagina)" dengan mengangkat tema" Perempuan Sehat Berdaya, Keluarga Tahan Negara Kuat" oleh Dr Inge Satyo Ariyanto_founder PSV yang notabene sebagai istri seorang orang tentara (Asisten Teritorial Dan IV/Diponegoro) dan Bagus Setiawan, M.Si Apt_co founder PSV.

Sementara itu, Founder PSV dr. Inge Satyo Ariyanto menyampaikan," Gerakan PSV bertujuan untuk mewujudkan ketahanan keluarga masing2. Foktor-faktor penentu ketahanan keluarga yaitu
1. Ketaatan kepada agama.
2. Tingkat pendidikan pasangan.
3. Tercapainya kesehatan alat kelamin wanita dan kualitas aktivitas seksual dalam rumah tangga. 

"Bukan hanya alat reproduksi saja, tetapi juga alat ekploitasi." Bahwa vagina sebagai aset bagi kaum wanita dari Allah SWT. Penyebab keputihan adalah infeksi karena memakai pakaian yang ketat yang membuat otot Vagina tertekan dan keringat. Pada leher rahim sel mudah lebih ganas, sel itu menyebabkan kematian pembunuh no 1 di dunia, 80 persen berasal dari lubang vagina," ucap nya.

Sementara, peneliti yang juga alumnus UGM, Bagus Setiawan MSi.Apt, kebanyakan wanita kurang memiliki pengetahuan mengenai cara merawat vagina. Bahwa vagina itu penting, ada satu organ yang penting yaitu leher rahim. 92 ribu kasus kematian ibu- ibu karena kanker leher rahim.

“Sampai kapanpun vagina tidak bisa berbau wangi, karena vagina menghasilkan asam laktat, hydrogen peroksida, dan veromon. Kalau ibu keputihan, jangan sekali-kali bapak melakukan hubungan seksual. Supaya Vagina dan badan sehat sering kena sinar matahari pagi, candida albicans,” katanya.

Bagus tak menampik jika hubungan seksual dengan suami atau istri menentukan ketahanan keluarga. Dari data yang ada, 90 persen angka perceraian diakibatkan suami tidak puas saat berhubungan seksual.

Ada 15 langkah yang harus di perhatikan untuk menghindari kanker serviks:
1.Sediakan waktu belajar.
2.setiap tahun Papua sweat dan Iva
3.cukur bulu minimal 3 hari sekali
4.pilih pakaian dalam bahan katun bersih kering
5.cuci daerah kewanitaan dengan sabun bayi tiga kali sehari, pagi ,siang dan menjelang tidur
6.jangan pakai pantyliner
7.mentruasi ganti 6 jam sekali, kemudian di bakar
8.CD cadangan, tisu toilet, sabun bayi
9.setia pada pasangan yang sah
10.konsultasi dengan dokter bila ada gangguan pada organ kewanitaan
11.nutrisi untuk Vagina, tidak mengurangi pH dan bakteri normal
12.olah raga teratur dan terukur, renang, jalan pagi, senam
13.makan buah dan sayur
14.no smoking
15.batasi pemakaian celana panjang dan pendek yang terlalu lama," tandas 
 Pen-0736)